Inilah Daftar Wanita Yang Haram Dinikahi

Diposting pada

Wanita yang haram dinikahi – Pernikahan merupakan ibadah dengan kedudukan yang sangat penting dan sakral dalam Islam.

Nikah juga disebut dengan suatu perjanjian yang amat kukuh atau kuat.
Untuk menuju pernikahan, Islam mengatur syarat dan rukun nikah yang harus terpenuhi. Salahsatunya adalah wanita yang boleh dinikahi adalah wanita “Ajnabiah” bukan Mahram.

Lalu siapakah mahram?

Istilah mahram dijumpai dalam pembahasan nikah.
Mahram adalah wanita yang tidak boleh dinikahi (dalam permasalahan nikah) atau wanita yang tidak dapat membatalkan wudhu ketika bersentuhan dengan lawan jenisnya (dalam permasalahan bersuci).

Boleh hukumnya bagi dua orang yang memiliki hubungan mahram bersentuhan satu sama lain, baik bersalaman atau lainnya.

Lalu siapakah wanita yang tergolong mahram dalam kaca mata syariat?

3 Golongan Wanita Yang Haram Dinikahi

Sulaiman bin Umar bin Muhammad Al-Bujairimi menjelaskan dalam kitab Hasyiah Al-Bujairimi mengenai wanita yang haram dinikahi atau Mahram.

Mahram sebab nasab

تحرم نساء القرابة الا من دخلت تحت ولد العمومة او الخوولة

Seluruh perempuan kerabat/saudara itu mahram terkecuali perempuan yang masuk di bawah mulai dari anak bibi/sepupu (dari ayah) dan anak bibi/sepupu (dari ibu) sampai ke bawah.

  • Ibu
  • Nenek, sampai ke atas
  • Anak perempuan
  • Cucu, sampai ke bawah
  • Saudara perempuan
  • Anak nya saudara laki-laki sampai ke bawah (keponakan)
  • Anak nya saudara perempuan sampai ke bawah (keponakan)
  • Saudara perempuan ibu, baik kandung atau tiri (bu le atau bu de dari ibu)
  • Saudara perempuan ayah, baik kandung atau tiri (bu le atau bu de dari ayah).
Baca juga:  Pengertian Fasakh Nikah dan Penyebabnya

Namun, mulai dari anak bibi (sepupu) sampai ke bawah tidaklah mahram sehingga boleh untuk menikahinya.

Mahram sebab susuan (saudara susuan)

يحرم من الرضاع ما يحرم من النسب

“Wanita mahram sebab susuan itu adalah wanita yang mahram sebab nasab.”
Mahram sebab susuan itu sama dengan apa yang terdapat dalam mahram sebab nasab
Sebagaimana yang telah di jelaskan diatas.

Mahram sebab nikah

  • Mertua
  • Anak tiri (jika sang ayah tiri sudah berhubungan badan dengan ibunya si anak tiri)
  • Ibu tiri (Istrinya ayah)
  • Menantu (Istrinya Anak)
  • Saudara perempuan istri (Adik atau kakak ipar)

Semua mahram baik sebab nikah ataupun sebab susuan hukumnya mahram yang bersifat selamanya. Terkecuali saudara perempuanya istri (adik atau kakak ipar). Apabila istri meninggal atau ditalak (cerai), maka sang suami menjadi halal menikahi iparnya.

Wanita yang halal dinikahi (Ajnabi)

Ada beberapa wanita yang dikecualikan dari sekian mahram diatas. Yang berarti boleh menikahinya (Ajnabiyah).

  1. Anak angkat
  2. Anak perempuan dari bapak tiri (sunda:pateteraen)
  3. Anak perempuan dari ibu tiri (sunda:pateteraen)
  4. Ibunya bapak tiri (nenek tiri)
  5. Ibunya ibu tiri (nenek tiri)
  6. Anak perempuannya menantu perempuan (cucu tiri)
  7. Anak perempuannya menantu laki-laki (cucu tiri)
  8. Ibunya menantu perempuan (besan)
  9. Ibunya menantu laki-laki (besan)
  10. Istri dari anak tiri (menantu tiri)
  11. Istrinya ayah tiri
  12. Ibu tirinya istri (Mertua tiri)
  13. Istrinya paman
  14. Istrinya saudara (ipar)

 

Tinggalkan Balasan