Terjemah Fathul Qorib Fasal Zakat Fitrah

Diposting pada

Salahsatu kewajiban bagi orang yang mampu adalah mengeluarkan zakat fitrah pada akhir bulan ramadhan. Dalam fathul qorib, mushanif menjelaskan syarat zakat fitrah, ukuran zakat fitrah dan waktu mengeluarkan zakat fitrah. Berikut adalah terjemah kitab fathul qorib fasal zakat fitrah.

Terjemah Fathul Qorib Fasal Zakat Fitrah

Pengertian zakat fitrah >> Zakat fitrah adalah zakat sebagai upaya membersihkan diri (untuk mensyukuri ciptaan Allah). Zakat fitrah hukumnya wajib dengan sebab adanya 3 hal.

Pertama, Islam. Maka zakat fitrah tidak wajib bagi orang Kafir ashli kecuali budaknya dan kerabat familinya yang beragama Islam.

Kedua, sebab terbenamnya matahari pada hari yang terakhir dari bulan Ramadlan. Maka zakat fitrah itu wajib dikeluarkan dari orang yang meninggal dunia sehabis terbenamnya matahari.

Tidak wajib dikeluarkan dari seorang anak yang lahir sehabis terbenamnya matahari tersebut.

Ketiga, terdapat kelebihan. Maksudnya seseorang memiliki bahan makanan pokok yang lebih untuk (kebutuhan makan) dirinya sendiri dan keluarga (orang yang harus ia nafkahi) pada saat Hari Raya dan begitu juga malam Hari Raya.

Maka, seorang muslim tidak wajib mengeluarkan zakat fitrah bagi budak nya, familinya dan istrinya yang (semuanya itu) kafir. Sekalipun wajib memberi nafkah kepada mereka.

Baca juga: orang yang berhak menerima zakat fitrah

Ukuran Zakat Fitrah

Dan ketika zakat fitrah itu menjadi wajib bagi seseorang, maka dia mengeluarkan zakat 1 sha berupa bahan makanan pokok negeri orang tersebut. (demikian itu) jika orang tersebut orang yang bernegara.

Maka jika pada suatu negara terdapat beberapa bahan makanan pokok, maka ia wajib mengeluarkan zakat dengan makanan pokok yang paling berlaku di negara tersebut.

Dan seandainya seseorang itu berada (berdomisili) di suatu daerah pedalaman yang tidak terdapat bahan makanan pokok. maka dia hendaknya mengeluarkan zakat dari bahan makanan pokok yang terdapat di negeri terdekat.

Baca juga:  Terjemah Fathul Qorib Fasal Istinja

Dan barangsiapa tidak mampu mengeluarkan zakat 1 sha tetapi (dia hanya mampu zakat) dengan 1/2 nya (dari) 1 sha. maka dia wajb mengeluarkan zakat 1/2 nya.

Ukuran 1 sha’ itu adalah 5 1/3 kati negeri Irak. Dan tentang keterangan kati negeri Irak, sudah lewat dibicarakan dalam masalah nishab tanaman.

Mengenai ukuran satu sho’ para ulama berbeda pendapat.

Menurut Imam Syafil, Ulama Hijaz dan Imam Syaibani, 1 Sha = 2175 gram – 2.175 Kg
Sekelompok Ulama 1 sha = 2.75 Kg.
Menurut dalam kitab Fathul Godir 1 sho = 2719 16 gram – 2,719.16 Kg

Tinggalkan Balasan