Tata Cara Sholat Jenazah dan Niat serta Doanya

Diposting pada

Tata cara sholat jenazah – Kewajiban seorang muslim terhadap mayat muslim adalah menshalati nya. Ulama empat madzhab sepekat bahwa shalat jenazah dilaksanakan setelah mayat/jenazah di mandikan.

Hukum shalat jenazah merupakan kewajiban yang bersifat kolektif (fardhu kifayah). Sehingga apabila di suatu daerah ada sebagian yang rela mengurus jenazah, maka gugurlah kewajiban bagi yang lainnya.

Shalat jenazah harus dilaksanakan oleh laki-laki meskipun anak kecil mumayiz.

Sementara, shalat jenazah yang kerjakan oleh perempuan hukumnya sunnah dan tidak menggugurkan fardhu kifayah (selama ada laki-laki).

tata cara sholat jenazah
https://image.shutterstock.com/image-vector/muslim-men-pray-body-260nw-1806505669.jpg

Tata Cara Sholat Jenazah

Dalam pelaksanaan sholat jenazah, terdapat beberapa syarat dan rukun yang harus terpenuhi. Sehingga sholat jenazah nya di anggap sah dan diterima oleh Allah ta’ala.

Prakteknya, cara sholat jenazah berbeda dengan shalat sunnah pada umumnya. Karena pada shalat jenazah tidak ada rukuk dan sujud.

Sholat jenazah boleh dilaksanakan secara berjamaah ataupun munfarid. Bagi yang telah melaksanakan sholat jenazah munfarid, boleh mengulangi sholat jenazah-nya secara berjamaah.

Urutan shalat jenazah;
1. Takbirotul ihram disertai dengan niat sholat jenazah dalam hati.
2. Membaca Surat Al-fatihah.
3. Takbir kedua.
4. Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad s.a.w.
5. Takbir ketiga.
6. Mendoakan jenazah.
7. Takbir keempat.
8. Mendoakan jenazah.
9. Salam.

 

Penjelasan Ringkas Tata Sholat Jenazah

1. Takbirotul Ihram disertai dengan niat sholat jenazah dalam hati

Seperti hal nya ibadah pada umumnya, sholat jenazah harus disertai dengan niat dalam hati. Niat ini harus bersamaan dengan bacaan takbirotul ihram.

Niat sholat jenazah laki-laki

أُصَلِّيْ عَلَى هَذَا الْمَيِّتِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli ‘alâ hâdzal mayyiti fardlan lillâhi ta’âlâ

Artinya: “Aku niat sholat atas jenazah (laki-laki) ini, fardhu karena Allah ta’ala.”

Niat sholat jenazah perempuan

أُصَلِّى عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli ‘alâ hâdzihil mayyitati fardlan lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Aku niat sholat atas jenazah (perempuan) ini fardhu karena Allah ta’ala.”

Ketika sholat jenazah berjamaah dan menjadi makmum, maka melafalkan niat berikut ini, baik jenazah berupa laki-laki ataupun perempuan:

أُصَلِّىْ عَلَى مَنْ صَلَّى عَلَيْهِ الْإِمَامُ مَأْمُومًا فَرْضًا لله تَعَالَى

Ushalli ‘alâ man shalla ‘alaihil imâmu ma’mûman fardlan lillâhi ta’âlâ.

Artinya, “Aku niat sholat atas jenazah yang dishalati imam fardhu karena Allah ta’âlâ.”

Karana sholat jenazah merupakan shalat fardhu, maka pelaksanaan nya harus berdiri. Apabila tidak mampu berdiri, maka boleh duduk.

2. Membaca Surat Al-fatihah

Setelah takbirotul ihram (takbir pertama), dilanjutkan dengan membaca Al-fatihah dengan suara sir (lirih). Meskipun shalat jenazah dilaksanakan pada malam hari.

Menurut sebagian ulama, sunnah membaca ta’awudz sebelum membaca Al-fatihah.

Sholat jenazah sebaiknya dilaksanakan secara ringkas. Dengan demikian, dalam shalat jenazah tidak sunnah membaca doa iftitah karena terlalu panjang untuk dibaca.

Ketika takbir, sunnah untuk mengangkat tangan sejajar dengan pundak.

3. Takbir kedua, lalu membaca sholawat

Setelah takbir kedua lalu bembaca shalawat kepada Nabi muhammad s.a.w. Minimal pembacaan shalawat adalah;

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيم وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muhammad wa ‘alâ âli sayyidinâ Muhammad, kamâ shallaita ‘alâ sayyidinâ Ibrâhîm wa ‘alâ âli sayyidinâ Ibrâhim, wa bârik ‘alâ sayyidinâ Muhammad, wa ‘alâ âli sayyidinâ Muhammad, kamâ bârakta ‘alâ sayyidina Ibrâhîm wa ‘alâ âli sayyidinâ Ibrâhîm fil ‘âlamîna innaka hamîdun majîd.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarganya, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Limpahkan pula keberkahan bagi Nabi Muhammad dan bagi keluarganya, sebagaimana telah Engkau limpahkan keberkahan bagi Nabi Ibrahim dan bagi keluarganya. Sesungguhnya di alam semesta Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.”

5. Takbir ketiga, lalu membaca doa untuk jenazah

Membaca doa untuk jenazah setelah takbir ke tiga.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَاَهْلًا خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

Allâhummaghfir lahu warhamhu wa ‘âfihi wa‘fu anhu wa akrim nuzulahu wa wassi’ madkhalahu waghsilhu bilmâ’i wats tsalji wal baradi, wa naqqihi minal khathâyâ kamâ naqaita ats-tsauba al-abyadh minad danasi, wa abdilhu dâran khairan min dârihi wa ahlan khairan min ahlihi wa zaujan khairan min zaujihi wa adkhilhu al-jannata wa a’idzhu min ‘adzâbil qabri wa min adzâbinnâr.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, bebaskanlah dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempatnya, luaskanlah kuburnya, dan mandikanlah ia dengan air, salju, dan es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran. Berikan ia rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), keluarga yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Kemudian masukkanlah ia ke dalam surga dan lindungilah ia dari siksa kubur dan siksa neraka.

6. Takbir Keempat, lalu mendoakan jenazah

Setelah mendoakan jenazah pada takbir ke tiga, lalu lanjut dengan takbir ke empat. Setelah itu, sunnah membaca doa berikut;

Doa untuk jenazah laki-laki.

اللهُمّ لاتَحرِمْنا أَجْرَهُ ولاتَفْتِنَّا بَعدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ

Allâhumma lâ tahrimnâ ajrahu wa la taftinna ba’dahu waghfir lanâ wa lahu.

Artinya: “Ya Allah, jangan haramkan kami dari pahalanya dan jangan beri fitnah (cobaan) bagi kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan ampunilah dia.”

Doa untuk jenazah perempuan.

اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهَا وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهَا وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهَا

Allâhumma lâ tahrimnâ ajrahâ wa la taftinna ba’dahâ waghfir lanâ wa lahâ

7. Salam

Baca juga: tata cara memandikan jenazah

Q & A  Seputar Shalat Jenazah

1. Apakah boleh melaksanakan salat mayit di malam hari?
Imam Syafi’i R.A berkata: Boleh mengerjakan sholat jenazah setiap waktu. Imam al-Mawardi menjabarkan: perkataan imam Syafi’i tersebut shahih. Semua bacaan shalat jenazah di baca sir (lirih).

2. Bagaimana adus-nya mayit yang mandi sendiri ?Apakah adus-nya SAH?
Hukum memandikan jenazah adalah Fardhu Kifayah. Jika kita melihat ada jenazah yang dimandikan oleh malaikat, maka itu tidak mencukupi. Artinya mandinya harus diulang karena yang diperintahkan untuk memandikan jenazah adalah kita (orang yang masih hidup).

Sedangkan apabila yang memandikan jenazah adalah jin, maka terjadi perbedaan pendapat antara Imam Ibnu Hajar Al-haitami dan Imam Rahmli. Imam Ibnu Hajar berpendapat tidak mencukupi, Imam Romli sudah berpendapat: Mencukupi.

3. Posisi Jenazah Ketika Di Shalati
Sebaiknya bila jenazah lelaki, bagian kepala diletakkan diarah kirinya orang yang shalat (sebelah selatan untuk konteks Indonesia)

Sedangkan bila jenazah wanita, bagian kepala diletakkan diarah kanannya orang yang shalat (sebelah utara untuk konteks Indonesia).

4. Shaf sholat jenazah harus ganjil?

Banyak yang memberi keterangan, bahwa shaf / jajaran sholat jenazah berjamaah sunnah ganjil (3,5,7 dst), namun yang kuat adalah keterangan sunnah minimal dibuat 3 shof, sesuai ibarot dari kitab Tuhfah 11/360, di sana terdapat lafadz “فاكثر” yang membuka kemusykilannya.

Melihat ibarot yang terdapat pada kitab tuhfah, bisa disimpulkan bahwa minimal 3 shof pada sholat jenazah adalah sunnah, serta tidak harus ganjil untuk mendapatkan kesunnahan dalam jumlah shof sholat jenazah berjamaah.

5. Masbuq ketika sholat jenazah

Ketinggalan takbir pada shalat jenazah. Imam takbir ke tiga sedangkan makmum takbir ke satu. Apa yang harus dilakukan makmum, apakah ikut membaca sholawat seperti yang dilakukan imam, atau membaca Al-fatihah mengingat ia masih takbir pertama?

Jawabannya: Makmum seperti ini disebut dengan makmum masbuq. Yang harus dia lakukan adalah langsung takbir dan membaca surat Al-fatihah walaupun imam sedang membaca shalawat (takbir kedua). Dalam hal ini makmum masbuq agar memperhatikan urutan sholatnya sendiri.

Selanjutnya, apabila imam melanjutkan takbir sementara makmum masbuq belum membaca Al-fatihah, maka gugur kewajiban membaca Al-fatihah bagi makmum.

Hal ini seperti imam rukuk dalam shalat (selain shalat jenazah) maka makmum masbuq langsung ruku dan tidak membaca Al-fatihah.

Apabila imam melanjutkan takbir sedangkan makmum masbuq belum selesai membaca Al-fatihah, maka ia harus meninggalkan bacaan Al-fatihah tsb dan mengikuti imam, hal ini menurut madzhab untuk menjaga dalam mengikuti imam.

Kemudian setelah imam salam, maka makmum masbuq menyempurnakan shalat jenazahya dengan takbir-takbir pada shalat jenazah dan dzikir-dzikirya yang tertinggal.

Disunahkan untuk tidak mengangkat jenazah sehingga semua shalat makmumnya selesai dan tidak membahayakan mengangkat jenazah sebelum semua makmum shalat jenazah selesai

Demikian artikel singkat dari kami tentang tata cara sholat jenazah untuk laki-laki dan perempuan. Semoga bermanfaat. Wallahu A’lam.

Tinggalkan Balasan