Tata Cara Sholat Jenazah dan Niat serta Doanya

Diposting pada

Tata cara sholat jenazah – Kewajiban seorang muslim terhadap mayat muslim adalah menshalati nya. Ulama empat madzhab sepekat bahwa shalat jenazah dilaksanakan setelah mayat/jenazah di mandikan.

Hukum shalat jenazah merupakan kewajiban yang bersifat kolektif (fardhu kifayah). Sehingga apabila di suatu daerah ada sebagian yang rela mengurus jenazah, maka gugurlah kewajiban bagi yang lainnya.

Yang melaksanakan shalat jenazah harus laki-laki meskipun anak kecil mumayiz.

Sementara, shalat jenazah yang kerjakan oleh perempuan hukumnya sunnah dan tidak menggugurkan fardhu kifayah (selama ada laki-laki).

Sholat jenazah juga harus dilakukan apabila jenazah tersebut sudah di mandikan. Baca juga: tata cara memandikan jenazah

Tata Cara Sholat Jenazah

Dalam pelaksanaan sholat jenazah, terdapat beberapa syarat dan rukun sholat yang harus terpenuhi. Sehingga sholat jenazah nya di anggap sah dan diterima oleh Allah ta’ala.

Prakteknya, cara sholat jenazah berbeda dengan shalat sunnah pada umumnya. Karena pada shalat jenazah tidak ada rukuk dan sujud.

Sholat jenazah boleh dilaksanakan secara berjamaah ataupun munfarid. Bagi yang telah melaksanakan sholat jenazah munfarid, boleh mengulangi sholat jenazah-nya secara berjamaah.

Urutan shalat jenazah;

  1. Takbirotul ihram disertai dengan niat sholat jenazah dalam hati.
  2. Membaca Surat Al-fatihah.
  3. Takbir kedua.
  4. Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad s.a.w.
  5. Takbir ketiga.
  6. Mendoakan jenazah.
  7. Takbir keempat.
  8. Mendoakan jenazah.
  9. Salam.

 

Penjelasan Ringkas Tata Sholat Jenazah

1. Takbirotul Ihram disertai dengan niat sholat jenazah dalam hati

Seperti hal nya ibadah pada umumnya, sholat jenazah harus disertai dengan niat dalam hati. Niat ini harus bersamaan dengan bacaan takbirotul ihram.

Niat sholat jenazah laki-laki

niat shalat jenazah untuk mayat laki-laki

أُصَلِّيْ عَلَى هَذَا الْمَيِّتِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli ‘alâ hâdzal mayyiti fardlan lillâhi ta’âlâ

Artinya: “Aku niat sholat atas jenazah (laki-laki) ini, fardhu karena Allah ta’ala.”

Niat sholat jenazah perempuan

niat shalat jenazah untuk mayat perempuan

أُصَلِّى عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli ‘alâ hâdzihil mayyitati fardlan lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Aku niat sholat atas jenazah (perempuan) ini fardhu karena Allah ta’ala.”

Baca juga:  Tata Cara Sholat Istikharah dan Niat serta Doanya

Ketika sholat jenazah berjamaah dan menjadi makmum, maka melafalkan niat berikut ini, baik jenazah berupa laki-laki ataupun perempuan:

niat shalat jenazah bagi makmum

أُصَلِّىْ عَلَى مَنْ صَلَّى عَلَيْهِ الْإِمَامُ مَأْمُومًا فَرْضًا لله تَعَالَى

Ushalli ‘alâ man shalla ‘alaihil imâmu ma’mûman fardlan lillâhi ta’âlâ.

Artinya, “Aku niat sholat atas jenazah yang dishalati imam fardhu karena Allah ta’âlâ.”

Karana sholat jenazah merupakan shalat fardhu, maka pelaksanaan nya harus berdiri. Apabila tidak mampu berdiri, maka boleh duduk.

2. Membaca Surat Al-fatihah

Setelah takbirotul ihram (takbir pertama), dilanjutkan dengan membaca Al-fatihah dengan suara sir (lirih). Meskipun shalat jenazah dilaksanakan pada malam hari.

Menurut sebagian ulama, sunnah membaca ta’awudz sebelum membaca Al-fatihah.

Sholat jenazah sebaiknya dilaksanakan secara ringkas. Dengan demikian, dalam shalat jenazah tidak sunnah membaca doa iftitah karena terlalu panjang untuk dibaca.

Ketika takbir, sunnah untuk mengangkat tangan sejajar dengan pundak.

3. Takbir kedua, lalu membaca sholawat

Setelah takbir kedua lalu bembaca shalawat kepada Nabi muhammad s.a.w. Minimal pembacaan shalawat adalah;

sholawat ibrahimiyah

5. Takbir ketiga, lalu membaca doa untuk jenazah

Membaca doa untuk jenazah setelah takbir ke tiga.

bacaan doa untuk jenazah

6. Takbir Keempat, lalu mendoakan jenazah

Setelah mendoakan jenazah pada takbir ke tiga, lalu lanjut dengan takbir ke empat. Setelah itu, sunnah membaca doa berikut;

Doa untuk jenazah laki-laki.

bacaan doa untuk jenazah pada takbir ke empat

Doa untuk jenazah perempuan.

doa untuk jenazah perempuan pada takbir ke empat

7. Salam

Q & A  Seputar Shalat Jenazah

1. Apakah boleh melaksanakan salat mayit di malam hari?

Imam Syafi’i R.A berkata: Boleh mengerjakan sholat jenazah setiap waktu. Imam al-Mawardi menjabarkan: perkataan imam Syafi’i tersebut shahih. Semua bacaan shalat jenazah di baca sir (lirih).

2. Bagaimana adus-nya mayit yang mandi sendiri ?Apakah adus-nya SAH?

Hukum memandikan jenazah adalah Fardhu Kifayah. Jika kita melihat ada jenazah yang dimandikan oleh malaikat, maka itu tidak mencukupi. Artinya mandinya harus diulang karena yang diperintahkan untuk memandikan jenazah adalah kita (orang yang masih hidup).

Sedangkan apabila yang memandikan jenazah adalah jin, maka terjadi perbedaan pendapat antara Imam Ibnu Hajar Al-haitami dan Imam Rahmli. Imam Ibnu Hajar berpendapat tidak mencukupi, Imam Romli sudah berpendapat: Mencukupi.

3. Posisi Jenazah Ketika Di Shalati

Sebaiknya bila jenazah lelaki, bagian kepala jenazah berada diarah kirinya orang yang shalat (sebelah selatan untuk konteks Indonesia)

Sedangkan bila jenazah wanita, bagian kepala jenazah berada diarah kanannya orang yang shalat (sebelah utara untuk konteks Indonesia).

Baca juga:  Tata Cara Sholat Dhuha dan Niat serta Doanya

4. Shaf sholat jenazah harus ganjil?

Banyak yang memberi keterangan, bahwa shaf / jajaran sholat jenazah berjamaah sunnah ganjil (3,5,7 dst), namun yang kuat adalah keterangan sunnah minimal 3 shof, sesuai ibarot dari kitab Tuhfah 11/360, di sana terdapat lafadz “فاكثر” yang membuka kemusykilannya.

Melihat ibarot yang terdapat pada kitab Tuhfah, bahwa minimal 3 shof pada sholat jenazah adalah sunnah, serta tidak harus ganjil untuk mendapatkan kesunnahan dalam jumlah shof sholat jenazah berjamaah.

5. Masbuq ketika sholat jenazah

Ketinggalan takbir pada shalat jenazah. Imam takbir ke tiga sedangkan makmum takbir pertama. Apa yang harus dilakukan makmum, apakah ikut membaca sholawat seperti imam, atau membaca Al-fatihah mengingat ia masih takbir pertama?

Jawabannya: Makmum seperti ini namanya makmum masbuq. Yang harus dia lakukan adalah langsung takbir dan membaca surat Al-fatihah walaupun imam membaca shalawat (takbir kedua). Dalam hal ini makmum masbuq agar memperhatikan urutan sholatnya sendiri.

Selanjutnya, apabila imam melanjutkan takbir sementara makmum masbuq belum membaca Al-fatihah, maka gugur kewajiban membaca Al-fatihah bagi makmum.

Hal ini seperti imam rukuk dalam shalat (selain shalat jenazah) maka makmum masbuq langsung ruku dan tidak membaca Al-fatihah.

Apabila imam melanjutkan takbir sedangkan makmum masbuq belum selesai membaca Al-fatihah, maka ia harus meninggalkan bacaan Al-fatihah tsb dan mengikuti imam, hal ini menurut madzhab untuk menjaga dalam mengikuti imam.

Kemudian setelah imam salam, maka makmum masbuq menyempurnakan shalat jenazahya dengan takbir-takbir pada shalat jenazah dan dzikir-dzikir nya yang tertinggal.

Sunnah untuk tidak mengangkat jenazah sehingga semua shalat makmumnya selesai shalat.

Hukum mengangkat tangan ketika shalat jenazah?

Ulama telah sepakat bahwa mengangkat tangan pada takbir pertama shalat jenazah hukumnya sunnah. Sementara untuk takbir kedua, ketiga dan keempat terdapat perbedaan pendapat. Menurut madzhab Syafi’i sunnah mengangkat tangan pada semua takbir, sementara Madzhab hanafiyah tidak mensunnahkan kecuali pada takbir pertama saja. (الققه على المذاهب الاربعة عبد الرحمن الجزيري جز 1 ص 267 دار الكتب العلمية، بيروت، لبنان)

Demikian artikel singkat dari kami tentang tata cara sholat jenazah untuk laki-laki dan perempuan. Semoga bermanfaat. Wallahu A’lam.

Tinggalkan Balasan