Tata cara sholat gerhana bulan

Diposting pada

Tata cara sholat gerhana bulan – Salahsatu bukti kekuasaan Allah adalah terjadinya gerhana bulan. Sebagai umat muslim, ketika terjadi gerhana bulan, hendaklah melaksanakan sholat khusuf.

Dalil sholat gerhana adalah Firman Allah subhanahu wa taala dalam surah fusilat ayat 37.

Artinya: “Dan diantara tanda-tanda kekuasaannya ialah malam siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah yang menciptakannya, Jika ialah yang kamu hendak sembah”.

Hadis Baginda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam:

Artinya: “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda kebesaran Allah subhanahu wa ta’ala. tidak mengalami gerhana karena kematian atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana pada keduanya, maka sholatlah dan berdoalah hingga apa yang menimpa kalian selesai.”

tata cara sholat gerhana bulan
https://png.pngtree.com/png-vector/20210728/ourlarge/pngtree-vector-illustration-of-takbiratul-ikhram-in-shalat-png-image_3746549.jpg

Hukum sholat gerhana Bulan

Hukum sholat gerhana adalah sunnah muakkad walaupun sholat sendiri, dan hukumnya makruh apabila meninggalkannya. dan sunnah dilaksanakan di masjid walaupun sempit.

Hikmah Gerhana

Mengingatkan para penyembah matahari dan bulan bahwa keduanya dapat ditunjukkan. jika keduanya adalah Tuhan, Niscaya akan mampu menolak kekurangan dari dirinya dan cahaya tidak akan hilang dari keduanya.

 

Waktu Shalat Gerhana Bulan

Dalam ilmu fiqih, sholat gerhana termasuk sholat sunnah yang memiliki sebab muqorrin.

Artinya, waktu sholat gerhana masuk mulai dari berubahnya bulatan bulan.

Waktu sholat gerhana bulan habis dengan bulan kembali bulat secara sempurna dalam keadaan bercahaya dan dengan terbitnya matahari tidak terbitnya Fajar, karena sinar cahaya bulan tidak akan hilang kecuali dengan terbitnya matahari.

Niat sholat gerhana bulan

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا/مَأمُومًا لله تَعَالَى

Ushallî sunnatal khusûfi rak‘ataini imaman/makmuman lillahi ta‘ala.
Artinya:“Saya sholat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT.”

Tata cara sholat gerhana bulan

Ada tiga cara dalam pelaksanaan sholat gerhana bulan.

Cara pertama: Sholat dua rokaat (tanpa memanjangkan bacaan) seperti sholat dhuha.

Baca juga: tata cara sholat dhuha

Cara kedua: Shalat dua rakaat tanpa memanjangkan bacaan dengan menambah rukuk dan berdiri di setiap rakaatnya, sehingga pada setiap rakaat terdapat dua kali berdiri dan dua kali rukuk. dan wajib membaca al-fatihah di setiap berdiri.

Cara Ketiga termasuk cara yang paling utama adalah sholat dua rakaat sebagaimana tata cara yang kedua, namun dengan memanjangkan bacaan pada saat berdiri dan memanjangkan tasbih di setiap rukuk dan sujud.

 

Kadar kira-kira memanjangkan bacaan saat berdiri adalah:

Berdiri pertama (rakaat pertama) membaca surah Al-baqarah atau seukurannya.
Saat berdiri kedua (rakaat pertama) membaca Surah Ali Imron atau seukurannya
Pada berdiri ketiga (rakaat kedua) membaca Surah An-Nisa atau seukurannya.
Saat berdiri keempat (rakaat kedua) membaca surah Al-Maidah atau seukurannya.

Kadar kira-kira memanjangkan tasbih saat ruku dan sujud:

Rukuk dan sujud pertama pada rakaat pertama membaca tasbih selama kira-kira waktu yang cukup membaca 100 ayat dari surah Al-baqarah.
Rukuk dan sujud kedua pada rakaat pertama membaca tasbih selama kira-kira membaca 80 ayat dari surah Al-baqarah.
Rukuk dan sujud pertama pada rakaat kedua membaca tasbih selama kira-kira waktu yang cukup membaca 70 ayat dari surah Al-baqarah.
Rukuk dan sujud kedua pada rakaat kedua membaca tasbih selama kira-kira membaca 50 ayat dari surah Al-baqarah.

 

Permasalahan Shalat Gerhana

Sunah mandi saat gerhana dan tidak sunnah berhias.

Sunnah mengeraskan suara saat melaksanakan sholat gerhana bulan dan memelankan suara saat sholat gerhana matahari.

Sunnah bagi Imam melakukan dua khutbah setelah sholat dengan menyampaikan dorongan untuk melakukan kebaikan berupa Taubat, sedekah dan yang lainnya.

Rukun khutbah sholat gerhana seperti halnya rukun khutbah jumat.

Jika berkumpul beberapa sholat fardhu, jenazah, dan gerhana, maka

a. Jika waktunya sempit, maka harus mendahulukan sholat fardu, kemudian sholat jenazah, kemudian sholat istiqomah dan terakhir sholat gerhana.

b. Jika waktu masih lama, maka mendahulukan sholat jenazah kemudian gerhana kemudian sholat fardhu.

Jika berkumpul sholat gerhana dan Jumat, maka pertama yang dilaksanakan adalah sholat gerhana, kemudian melakukan dua khutbah dengan niat khutbah jumat lalu melaksanakan sholat Jumat.

Sunnah melakukan sholat sendirian saat terjadi gempa, petir menyambar dan tiupan angin kencang.

Demikian artikel singkat tentang tata cara sholat gerhana bulan. Semoga bermanfaa.

Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan