Syarat Sah Shalat Jumat

Diposting pada

Syarat Sah Shalat Jumat – Jum’at adalah sayyidul ayyam atau raja bagi seluruh hari dalam sepekan. Karena hari itu adalah hari istimewa, maka berbagai bentuk ibadah pun dilaksankan. Seperti memperbanyak dzikir, sholawat, membaca Al-quran dll. Di hari jum’at juga umat muslim berangkat menuju mesjid untuk melaksanakan shalat jum’at.

Ibadah shalat jum’at berbeda dengan ibadah di hari biasa, yakni shalat dzuhur. Ada beberapa syarat dan ketentuan yang harus diperhatikan pada saat melaksanakan shalat jum’at.

syarat sah sholat jumat
https://media.istockphoto.com/vectors/muslims-praying-in-a-mosque-illustration-vector-id943967604

Berikut merupakan syarat-syarat shalat jumat;

Syarat sah shalat jumat

  1. Khutbah dan shalat jum’at harus dilaksanakan pada waktu dzuhur.
  2. Dilaksanakan di area pemukiman warga.
  3. Rakaat pertama harus dilaksanakan secara berjamaah.
  4. Jamaah jum’at ialah orang yang wajib melaksanakan shalat jum’at.
  5. Tidak didahului dengan jum’at lain di satu desa.
  6. Didahului dengan dua khutbah jum’at.

 

Penjelasan syarat shalat jumat

1. Khutbah dan shalat jum’at harus dilaksanakan pada waktu dzuhur.
Khutbah jum’at beserta shalat nya harus dilaksanakan pada waktu dzuhur. Yakni dari waktu istiwa sampai bayangan benda dua kali lipat dari benda tsb. Hal ini berdasarkan sabda nabi muhammad s.a.w.

– Apabila khutbah dan shalat jum’at tidak dilaksanakan pada waktu dzuhur, sudah dipastikan bahwa shalat jum’at nya tidak sah.

– Apabila waktu ashar sudah tiba, sementara jama’ah belum melaksanan takbirotul ihram shalat jum’at, maka wajib bagi mereka niat takbirotul ihram shalat dzuhur.

– Apabila jama’ah tengah melaksanakan shalat jum’at, dan waktu dzuhur habis, maka wajib bari mereka melaksanakan shalat dzuhur tanpa harus mengulangi niat atau memperbaharui niat.

Baca juga: syarat khutbah jum’at

2. Dilaksanakan di area pemukiman warga.

Syarat jum’at berikutnya adalah shalat jum’at harus dilaksanakan di pemukiman warga. Perlu diketahui juga, shalat jum’at tidak harus dilaksanakan di mesjid atau bangunan. Shalat jum’at bisa dilaksanakan di lapangan asalkan masih di area pemukiman warga.

3. Rakaat Pertama Harus Berjamaah

Minimal pelaksanaan shalat jum’at adalah berjama’ah pada rakaat pertama. Sehingga, apabila makmum dalam rakaat kedua memisahkan diri (mufarroqoh) dari imam, lalu ia mengerjakan satu rakaat lagi sendirian, maka shalat jum’at nya di hukumi sah.

Baca juga: hukum sholat berjamaah

4. Jamaah jum’at adalah orang yang wajib melaksanakan shalat jum’at.

Jamaah shalat jum’at ialah mereka yang wajib melaksanakan shalat jum’at (laki-laki, baligh, berakal, mukim, merdeka, mustautin).

Artinya, perempuan, musafir, shobi tidak termasuk sebagai jama’ah yang mengesahkan shalat jum’at. Meskipun shalat jum’at nya perempuan, musafir, shobi dihukumi sah.

Sementara untuk jumlah jamaah shalat jumat menurut pendapat kuat imam syafi’i adalah 40 orang (termasuk imam). Dan 40 jama’ah tersebut ialah mereka yang wajib melaksanakan shalat jum’at. Sedangkan  menurut sebagian pendapat cukup 12 orang. Bahkan dalam versi lain dilaksanakan oleh 4 orang.

5. Tidak didahului dengan jum’at lain di satu desa.

Shalat jumat harus dilaksanakan satu kali dalam satu daerah/kampung. Oleh karena nya, apabila shalat jumat dilaksanakan dua kali atau ada dua jum’at dalam satu kampung, maka sudah dipastikan bahwa yang di hukumi sah adalah jum’atan yang pertama kali melakukan takbirotul ihram. Sementara jum’atan yang kedua dihukumi tidak sah.

Apabila bersamaan/berbarengan pada saat takbirotul ihram, maka kedua nya di hukumi tidak sah.

Hal di atas berlaku apabila tidak ada hajat atau kebutuhan yang menuntut shalat jum’at dilaksanakan dua kali.

Apabila ada hajat, seperti desa yang melaksanakan shalat jum’at terlampau jauh, atau sulit mengumpulkan jama’ah di satu tempat, atau terjadi konflik dan ketegangan antara dua kelompok dll, maka boleh melaksanakan dua jum’at di satu desa serta kedua-dua nya dihukumi sah.

6. Didahului Dua Khutbah

Sebelum melaksanakan shalat jum’at, terlebih dahulu harus dilaksanakan dua khutbah jum’at. Hal ini juga yang membedakan antara shalat jum’at dan shalat idul fitri/idul adha, dimana pada saat idul fitri, pelaksanaan khutbah nya setelah shalat ied.

Wallahu A’lam.

Tinggalkan Balasan