Sholat Idul Fitri, Lebih Utama di Masjid atau di Lapangan?

Pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, semua umat Islam disunnahkan untuk menunaikan shalat Id. Beberapa orang melaksanakannya di masjid, sementara yang lainnya di lapangan terbuka. Setiap pihak mengklaim bahwa cara yang mereka lakukan adalah yang paling utama. Namun, manakah yang lebih utama?

Sholat Idul Fitri, Lebih Utama di Masjid atau di Lapangan?

Sejak awal Nabi SAW membangun masjid sebagai tempat ibadah dan sebagai salah satu bentuk syiar Islam.

Oleh karena itu, semua bentuk perbuatan yang berkaitan dengan penghambaan diri pada Allah SWT serta mengandung syiar Islam sebaiknya dilakukan di masjid.

Di dalam masjid tersebut terdapat orang-orang yang menyucikan diri dan melakukan pendekatan diri kepada Allah SWT.

Mengikuti petunjuk Allah SWT, masjid adalah tempat yang layak untuk beribadah kepada-Nya.

Jadi segala bentuk penghambaan diri kepada Allah SWT semestinya dilakukan di masjid, seperti shalat berjama’ah lima waktu dan shalat Id.

Di dalamnya terkandung aspek penghambaan diri pada Allah SWT serta syiar agama Islam, sebagai ungkapan kebahagiaan umat Islam atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Menurut ulama, jika masjid masih dapat menampung jama’ah, maka shalat Idul Fitri & Idul Adha di dalam masjid lebih utama dari pada di lapangan.

Namun jika masjid tidak dapat menampung jama’ah, misalnya masjid yang kecil dan banyak jama’ah yang akan shalat, maka shalat di lapangan lebih utama dari pada di masjid. Ini sesuai dengan perkataan Syaikh Zakariya al-Ansharî dalam Fath al-Wahhab.

Sebagaimana dikatakan dalam Fath al-Wahhab (83), mengerjakan shalat Idul Fitri & Idul Adha di masjid lebih utama daripada di lapangan, karena masjid merupakan tempat yang mulia.

Namun, jika ada halangan seperti masjid yang sempit, maka lebih utama mengerjakannya di lapangan.

Nabi Muhammad SAW selalu melaksanakan shalat Idul Fitri & Idul Adha di lapangan, tetapi itu bukan tanpa alasan.

Beliau melakukannya karena masjidnya sempit dan tidak muat untuk menampung jama’ah shalat Idul Fitri & Idul Adha.

Ini sesuai dengan yang disitir oleh Ibn Hajar al-Haitami dalam kitab Tuhfah al-Muhtaj, yang menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW melakukan shalat Idul Fitri & Idul Adha di lapangan karena kondisi masjid yang tidak memungkinkan untuk menampung jama’ah.

Baca juga: tata cara sholat idul fitri dan bacaannya

Ada orang yang mengatakan bahwa shalat Id di lapangan lebih utama karena ittiba’ (mengikuti apa yang dilakukan oleh Nabi).

Namun, pernyataan ini dapat dibantah karena Nabi SAW melakukannya karena masjid yang dibangunnya terlalu kecil dan tidak dapat menampung jama’ah.

Imam Syafi’i RA menyatakan dalam al-Umm bahwa pada setiap dua hari raya, Rasulullah SAW selalu pergi ke tempat shalat di lapangan di Madinah.

Ini juga dilakukan oleh sebagian besar penduduk di berbagai daerah. Namun, penduduk Makkah tidak pernah melakukan shalat Id di luar masjid.

Oleh karena itu, selama tidak ada halangan, lebih utama mengerjakan shalat Id di masjid. Namun, jika ada udzur (halangan), maka lebih baik mengerjakannya di lapangan.

Tinggalkan komentar