Pengertian Puasa

Diposting pada

Pengertian puasa – Puasa menurut bahasa adalah menahan diri dari apa saja. Sedangkan pengertian puasa menurut istilah adalah menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa mulai dari terbitnya fajar shadiq sampai terbenam nya matahari dengan niat yang khusus.

Dan dalil wajibnya adalah firman Allah swt :

يأيهاالذين آمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون

Artinya : “Hai orang orang yang beriman telah diwajibkan kepadamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa“ Qs Al-baqarah 183 .

pengertian puasa
https://previews.123rf.com/images/mnaufal/

Waktu Diwajibkan Puasa

Puasa ramadhan telah diwajibkan pada tahun kedua hijrah pada bulan sya’ban. Rasulullah saw telah berpuasa sebanyak 9 kali ramadhan. 8 bulan sebanyak 29 hari dalam satu bulan sedangkan 1 bulan genap 30 hari.

Bulan ramadhan adalah bulan kesembilan dari penanggalan Hijriyah. Bulan ramadhan adalah bulan yang paling mulia diantara semua bulan.

 

Keutamaan Puasa

Setelah mengetahui pengertian puasa, selanjutnya kita akan mengetahui keutamaan puasa.

Keutamaan berpuasa sangat banyak sekali. Seperti disebut dalam Al-Qur’an surah Qs Al-haqqah 24 firman Allah swt :

كلوا واشربوا هنيئاً بما أسلفتم فى الأيام الخالية

Artinya: “Makan dan minumlah kalian semua dengan lahap sebagai balasan atas kelaparan yang pernah kalian rasakan dulu “.

Dan hadits Nabi

كل حسنة بعشر أمثالها الى سبعمائة ضعف, الا الصوم فهو لى وأنا اجزى به

Artinya: “Setiap kebaikan Allah berikan ganjaran sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus, kecuali puasa maka hanya untuk saya dan saya juga yang akan memberinya upah”. (H.R. malik dan al Bukhari).

من صام يوماً فى سبيل الله باعد الله منه جهنم مسيرة مائة عام

Artinya: “Barang siapa yang berpuasa sehari di jalan Allah maka Allah akan menjauhkan dirinya dari api neraka sejauh perjalanan seratus tahun”. (H.R. An Nasa’i).

 

Hukum Puasa

Hukum puasa ada empat berikut rinciannya:

1. Wajib

Puasa hukum nya wajib pada enam waktu berikut:

  1. Bulan ramadhan
  2. Puasa qada’
  3. Kaffarah, seperti kiffarah zihar, membunuh dll.
  4. Sebagai ganti membayar dan haji atau umrah.
  5. Sebelum shalat istisqa’ apabila pemerintah menyuruh.
  6. Puasa nazar.

2. Sunnah

Puasa hukum nya sunnah apabila pada waktu-waktu ini.

a. Setiap tahun

Seperti puasa hari Arafah (tanggal 9 bulan Dzulhijjah), Tasu’a (tanggal 9 Muharram), Asyura’ (tanggal 10 Muharam). Enam hari bulan syawal, tanggal sepuluh zulhijjah, bulan-bulan haram.

b. Setiap bulan

Seperti puasa pada pertengahan bulan. Yaitu setiap tanggal 13, 14, 15 dan setiap akhir bulan dari semua bulan yaitu tanggal 28,29,30.

c. Setiap minggu

Seperti puasa pada hari senin dan kamis.

Puasa yang paling afdhal/utama adalah puasanya nabi daud yaitu sehari puasa sehari berbuka.

3. Makruh

Hukum puasa menjadi makruh apabila dilaksanakan pada hari jum’at saja, sabtu saja, minggu saja, atau puasa dahr yaitu melakukan puasa setiap hari tanpa putus-putus bagi orang yang besar kemungkinan akan madharat.

4. Haram

a. Haram tetapi sah

Yaitu puasa seorang istri tanpa ada izin dari suaminya dan puasanya seorang budak tanpa ada tuannya. Kecuali puasa wajib, maka tidak haram meskipun tanpa izin suami.

b. Haram serta tidak sah

Ini terdapat pada hari hari berikut:

  1. Hari raya idul fitri dan idul adha
  2. Hari tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah)
  3. Puasa sesudah pertengahan bulan sya’ban
  4. Puasa pada hari syak, yaitu pada hari yang ke tiga puluh bulan sya’ban.

Ini berlaku apabila orang berperasangka bahwa mereka melihat hilal, tetapi masih diragukan. Atau dilihat oleh orang yang tidak diterima kesaksiannya. Seperti perempuan atau anak-anak.

Seseorang boleh menjalankan puasa pada hari Syak apabila:

  • Puasa nya adalah puasa wajib seperti puasa qadha, kiffarah atau nazar.
  • Hari syak bertepatan dengan hari senin atau kemis serta ia sudah terbiasa melakukan puasa pada hari senin dan kamis.
  • Ia menyambung puasa dari sebelum tanggal 15 sya’ban.

 

Syarat Sah Puasa

Sebelum menjalankan ibadah puasa, hendaklah kita mengetahui terlebih dahulu syarat dan rukun nya. Apabila empat syarat dibawah ini terpenuhi, maka hukum puasa nya sah. Berikut adalah syarat yang harus terpenuhi.

1. Islam

Selama menjalankan puasa ia wajib beragama islam. Apabila ia saat berpuasa melakukan kemurtadan walaupun hanya sebentar maka puasanya menjadi batal.

2. Berakal

Syarat kedua adalah harus berakal atau “mumayyiz“ selama menjalankan ibadah puasa. Apabila ia gila pada sebagian hari (walaupun hanya sebentar) maka puasa nya jadi batal.

3. Suci dari haid dan nifas

Bagi wanita harus tetap suci dari haid dan nifas selama menjalankan puasa. Oleh karena itu, apabila haid pada sebagian hari walaupun hanya sebentar, maka puasanya batal. (baca pengertian haid)

Adapun ia suci di tengah hari maka ia sunnah menahan diri dari makan dan layaknya orang yang sedang berpuasa.

4. Waktu yang sah untuk melaksanakan puasa

Maksudnya adalah seseorang mengetahui dan yakin bahwa hari itu adalah hari yang sah untuk menjalankan ibadah puasa. Atau tidak pada hari-hari dilarang untuk berpuasa.

Baca juga: hal yang membatalkan puasa

Syarat Wajib Puasa

Seseorang wajib melaksanakan puasa apabila lima syarat ini terpenuhi. Yaitu;

1. Beragama Islam

Seseorang yang beragama islam wajib melaksanakan puasa. Adapun non muslim dan orang murtad, maka hukum nya tidak wajib. Akan tetapi untuk orang murtad wajib meng-qadha puasa apabila ia kembali memeluk agama islam.

2. Mukallaf

Yaitu berakal dan baligh. Adapun anak yang belum tamyiz maka wajib bagi walinya (pengasuhnya) menyuruhnya apabila sudah berumur tujuh tahun, serta boleh memukulnya dengan pukulan yang mendidik apabila sudah menginjak usia sepuluh tahun.

3. Mampu

  • Secara Hissy: Artinya seseorang itu mampu secara alami, tidak dalam keadaan sakit atau tua.
  • Secara Syar’i: Artinya seseorang itu mampu tetapi terhalang oleh syariat seperti wanita yang dalam keadaan haid.

4. Sehat

Tidak wajib bagi orang yang sakit.

Sakit disini adalah penyakit yang dikhawatirkan mendatangkan kebinasaan atau memperlambat dan memperparah kesembuhan. Ini disebut dengan “mahzurat tayammum“ ( keadaan yang membolehkan tayammum).

5. Bermukim

Yaitu tidak sedang bepergian sejauh 85 km. Sementara untuk musafir dengan perjalanan mencapai sejauh 82 km, ia tidak wajib melaksanakan puasa. Kalaupun ingin berpuasa maka itu lebih baik selagi tidak menimbulkan kepayahan.

 

Rukun Puasa

Rukun puasa ada dua.

Pertama, niat, baik puasa itu fardhu atau sunnah. Hal ini berdasarkan hadits:

انما الأعمال بالنيات

Artinya: “Sesungguhnya segala perbuatan itu harus dengan niat”. (H.R Bukhari Muslim).

Niat yang paling sempurna adalah melafalkan niat dalam hati. Seperti

نويت صوم غد عن أداء فرض شهر رمضان لهذه السنة لله تعالى

Artinya: “saya berniat puasa besok pagi puasa ramadhan ada’ karena Allah swt “.

Perbedaan niat puasa wajib dan sunnah

perbedaan niat puasa wajib dan sunnah

Kedua, meninggalkan semua hal yang membatalkan puasa, seperti sengaja makan dan minum.

Demikian artikel mengenai pengertian puasa serta hukumnya. Semoga bermanfaat.

Sumber: kitab taqrirotussadidah

Tinggalkan Balasan