Niat Sholat Tahiyatul Masjid

Diposting pada

Niat sholat tahiyatul masjid – Setiap muslim hendaklah memiliki adab ketika hendak memasuki suatu tempat, terlebih memasuki mesjid sebagai tempat ibadahnya.

Sebagian dari adab atau etika masuk ke mesjid adalah melaksanakan dua rakaat shalat tahiyul masjid. Kesunnahan ini berdasarkan hadis nabi muhammad s.a.w :

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ

Artinya: “Jika salah seorang diantara kalian masuk ke dalam mesjid maka sholatlah dua rakaat sebelum duduk.”

دَخَلَ رَجُلٌ يَوْمَ الْجُمُعَةَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ فَقَالَ أَصَلَّيْتَ قَالَ لَا قَالَ قُمْ فَصَلِّ رَكْعَتَي

Artinya: “Seorang lelaki pada hari Jumat masuk ketika Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam tengah berkhutbah. Nabi bertanya, “Apakah engkau sudah shalat?” Lelaki itu menjawab, “Belum.” Nabi bersabda, “Berdirilah, kemudian shalat lah dua rakaat.”

Melalui hadits di atas, Rasul memerintahkan kepada seluruh umat muslim agar melaksanakan sholat tahiyatul masjid dua takaat.

niat sholat tahiyatul masjid
https://www.vecteezy.com/vector-art/1217509-a-moslem-man-prays-in-the-mosque

Tata Cara Sholat Tahiyatul Masjid

Shalat tahiyatul masjid dilaksanakan dua rakaat ketika masuk ke dalam mesjid, dan belum duduk terlalu lama.

Kesunnahan sholat ini akan hilang apabila masuk kedalam mesjid langsung duduk baik lama atau duduk sebentar. Apabila lupa, maka boleh melaksanakan sholat tahiyatul masjid dengan syarat belum duduk terlalu lama.

Dimakruhkan meninggalkan sholat tahiyatul masjid kecuali dalam kondisi tertentu.

Misalnya, ketika masuk ke masjid, ternyata muadzin sudah iqomah atau shalat berjamaah tengah dilaksanakan. Dalam kondisi seperti ini, hendaklah langsung ikut sholat berjamaah bersama imam, tanpa sholat tahiyatul masjid terlebih dahulu.

Baca juga: hukum sholat berjamaah

Atau dalam kondisi khotib jum’at berada di penghujung khutbah (khutbah jum’at hampir selesai), maka hendaklah ia jangan shalat tahiyatul masjid. Sebab dikhawatirkan hilangnya kesempatan takbirotul ihrom bersama imam.

Adapun jika khatib jum’at baru memulai khutbah atau di tengah-tengah khutbah, dan ia baru masuk ke mesjid, maka tetap di sunnahkan melaksanakan shalat tahiyatul masjid.

 

Niat Sholat Tahiyatul Masjid

 

أصَلِّي تَحِيَّةَ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةَ لِلّهَ تَعَاَلَى

Ushalli tahiyyatal masjid rak’ataini sunnatan lillâhi ta’ala. 
Artinya: “Saya sholat tahiyatul masjid dua rakaat karena Allah ta’ala.”

12 Adab Masuk Ke Masjid

1. Membaca doa saat berjalan menuju mesjid

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِحَقِّ السَّائِلِيْنَ عَلَيْكَ وَبِحَقِّ الرَّاغِبِيْنَ إِلَيْكَ وَبِحَقِّ مَمْشَايَ هَذَا إِلَيْكَ فَإِنِّيْ لَمْ أَخْرُجْ أَشَرًّا وَلاَ بَطَرًا وَلاَ رِيَاءً وَلاَ سُمْعَةً بَلْ خَرَجَتُ اتَّقَاءَ سُخْطِكَ وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِكَ فَأَسْأَلُكَ أَنْ تُنْقِذَنِيْ مِنَ النَّارِ وَأَنْ تَغْفِرَلِيْ ذُنُوْبِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ يَا أَكْرَمَ اْلأَكْرَمِيْنَ

2. Masuk dengan kaki kanan terlebih dahulu seraya membaca doa

اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Artinya: “Ya Allah bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.”

3. Mengucapkan salam kepada orang yang telah hadir terlebih dulu

4. Niat i’tikaf

نَوَيْتُ الإِعْتِكَافَ سُنَّةً لله تَعَالَى

Artinya: Saya niat melakukan sunnat i’tikaf, karena Allah Ta’ala.

5. Melaksanakan dua rakaat tahiyatul masjid
6. Duduk menghadap kiblat
7. Selalu muroqobbah hati kepada Allah
8. Tidak berbicara kecuali hal penting
9. Tidak mengerjakan sesuatu kecuali dzikir
10. Tidak melakukan transaksi jual beli di mesjid
11. Tidak mencari barang hilang
12.Mendahulukan kaki kiri ketika keluar dari masjid seraya mengucapkan doa

أَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْئَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

Artinya: “Ya Allah sesungguhnya aku memohon keutamaan dari-Mu.”

Referensi:
Roudlotut tholibin Juz 2 : Halaman 30.
Shahih al Bukhari juz I halaman 166 atau 2/344.
Zainuddin Al-Malibari, Fathul Muin.

Demikian artikel singkat tentang niat sholat tahiyatul masjid dan etika memasuki masjid. Semoga bermanfaat.

Wallahu A’lam Bishowab.

Tinggalkan Balasan